PERBANDINGAN EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH ( Averrhoa blimbli L.) DAN BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP MORTALITAS NYAMUK Aedes aegypti

Penulis

  • Sugiah sugiah STIKes Karsa Husada Garut, Jawa Barat, Indonesia
  • Gina Nafsa Mutmaina STIKes Karsa Husada Garut, Jawa Barat, Indonesia
  • Muhammad Rifqi Nooralfiyan D3 Analis Kesehatan, STIKes Husada Garut, Jawa Barat, Indoensia

Kata Kunci:

Kata Kunci : belimbing wuluh, belimbing manis, Aedes aegypti

Abstrak

Provinsi jawa barat merupakan daerah endemik dengue dengan total kasus kematian kasus DBD berdasar jenis kelamin laki-laki dan perempuan sejumlah 176 kasus DBD. Pengendalian larva nyamuk dapat dilakukan dengan meniadakan tempat perindukannya, dengan menggunakan insektisida alami yaitu buah belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L .)  dan buah belimbing manis (Averrhoa  carambola L .) terrhadap mortalitas larva Aedes aegypt instar III . Sampel larva yang di uji, 1 sampel larva setiap cawan, dalam 10 cawan, lalu diberi ekstrak buah belimbing wuluh dan buah belimbing manis sebanyak 2 ml. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)  dan belimbing manis (Averrhoa carambola L) sama-sama dapat digunakan sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Nilai rerata kematian yang diperoleh buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)3,52 menit lebih cepat dibandingkan dengan nilai rerata belimbing manis (Averrhoa carambola L) yaitu 9,48 menit. Sehingga dapat disimpulkan, ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) lebih efektif membunuh larvasida dibandingkan dengan  belimbing manis (Averrhoa carambola L).

Diterbitkan

2022-11-09