POTENSI INTERLEUKIN-6 SEBAGAI BIOMARKER PREDIKTIF PENYAKIT MAKROVASKULAR PADA DIABETES MELITUS TIPE 2
Isi Artikel Utama
Abstrak
Prevalensi diabetes melitus (DM) di Indonesia telah meningkat secara nyata dalam beberapa tahun terakhir, dengan diabetes melitus tipe 2 sebagai bentuk yang paling umum terjadi. DM tipe 2 sangat terkait dengan komplikasi makrovaskuler, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Peningkatan kadar glukosa darah puasa dan Interleukin 6 (IL-6) telah dikaitkan dengan komplikasi ini. Akan tetapi, penggunaan IL-6 sebagai biomarker prediktif untuk penyakit makrovaskular pada pasien DM tipe 2 masih belum dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi IL-6 sebagai prediktor komplikasi makrovaskuler pada pasien DM tipe 2. Temuan dari penelitian ini memiliki potensi untuk membantu peningkatan penatalaksanaan DM dan mengurangi komplikasi DM dan penyakit jantung koroner. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional terhadap 30 pasien dengan DM tipe 2 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Spesimen darah diuji untuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan IL-6, kemudian hasilnya dianalisis dengan Spearman rank correlation test. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua peserta memiliki kadar glukosa darah puasa > 200 mg/dL dan kadar IL-6 > 43 pg/mL. Terdapat korelasi positif yang kuat (R = 0,657) antara glukosa darah puasa dan IL-6 yang menunjukkan adanya hubungan antara hiperglikemia dan kerusakan pembuluh darah. Temuan ini menunjukkan bahwa IL-6 dapat berfungsi sebagai biomarker untuk memprediksi komplikasi makrovaskuler pada DM tipe 2, sehingga memungkinkan deteksi dini. Namun demikian, penelitian ini tidak memperhitungkan riwayat penyakit kardiovaskular dari para peserta yang harus dielaborasi dalam penelitian selanjutnya.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.