AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI DUKU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ISOLAT LUKA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Luka adalah kerusakan pada jaringan tubuh yang disebabkan oleh gigitan, sayatan, pukulan, tusukan, atau benturan lainnya. Luka yang terjadi dapat menyebabkan infeksi. Infeksi luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme patogen seperti bakteri. Pengobatan infeksi dapat menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri resisten terhadap antibiotik. Strain bakteri resisten antibiotik telah menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat secara global. Munculnya bakteri multidrugresistant (MDR) menyebabkan ketidakefektifan pengobatan Oleh karena itu dalam menangani kasus bakteri yang resisten diperlukan beberapa alternatif seperti penggunaan bahan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji duku terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) isolat luka. Aktivitas antibakteri dievaluasi berdasarkan metode difusi agar dan metode mikrodilusi MIC dan MBC. Ekstrak etanol biji duku konsentrasi 500 mg/mL menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri MRSA pada uji difusi dengan diameter zona hambat 14.75±0.29 mm. Hasil pengujian MIC ekstrak etanol biji duku menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 62.5 mg/ml dan uji MBC menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 31,25 mg/ml. Biji duku terbukti berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri terutama untuk strain bakteri MDR.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.