PENGARUH LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL SEL SCHWANN TERHADAP INDEKS BAKTERIOLOGIS DAN INDEKS MORFOLOGI BTA (M. leprae) PADA PASIEN KUSTA TIPE LEPROMATOSA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang terutama menyerang kulit dan saraf tepi, khususnya sel Schwann. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan lebih dari 200.000 kasus baru setiap tahun, termasuk 14.371 kasus di Indonesia pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi Indeks Bakteriologis (BI) dan Indeks Morfologi (MI) berdasarkan lokasi pengambilan sampel pada pasien kusta tipe Lepromatosa. Penelitian dilakukan secara cross-sectional observasional analitik di Laboratorium Klinik RSI Siti Aisyiyah Madiun pada Februari–April 2025, menggunakan preparat slit skin smear dari beberapa lokasi tubuh (lesi lengan kanan, lengan kiri, cuping telinga, dahi, dan dagu) yang diwarnai dengan metode Ziehl–Neelsen. Nilai BI dan MI dihitung berdasarkan skala Ridley dan dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dengan uji lanjut Bonferroni (p < 0,05). Hasil menunjukkan adanya variasi signifikan antar lokasi pengambilan sampel, dengan BI tertinggi pada lesi lengan kanan (4.0 ± 0.3; 515 ± 120 AFB/field) dan terendah pada cuping telinga serta dagu (1.0–2.0; 1.4–5.3 AFB/field). Nilai MI berkisar antara 66–71.4%. Kesimpulannya, pengambilan sampel dari lesi aktif secara signifikan meningkatkan sensitivitas deteksi M. Leprae.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.