PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN STATUS SEKRETOR PADA SPESIMEN SALIVA DAN URINE METODE AGLUTINASI INHIBISI
Isi Artikel Utama
Abstrak
Sekretor merupakan kemampuan individu mensekresi antigen ABH ke cairan tubuh lainnya selain darah. Saliva dan urine merupakan cairan tubuh yang dapat digunakan untuk pemeriksaan status sekretor. Saliva mengandung glikoprotein yang disebut musin yang membawa spesifitas golongan darah (antigen ABH). Enzim fucosyltransferase merupakan enzim yang mensintesis antigen ABH di saluran cerna dan sekresi, sehingga urine dapat digunakan sebagai spesimen pemeriksaan status sekretor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan titer status sekretor pada specimen saliva dan urine. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, dengan membandingkan titer status secretor menggunakan specimen saliva dan urine yang berasal dari individu yang sama. Pada penelitian ini digunakan saliva pagi dan urine pagi dari individu yang sama yang bergolongan darah A sebanyak 26 responden menggunakan metode aglutinasi inhibisi. Hasil uji Wilxocon menunjukan nilai Sig 0,000 atau Sig <0,005, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada titer status secretor menggunakan specimen saliva dan urine.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.