GAMBARAN KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COHb) PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA PEKANBARU
Isi Artikel Utama
Abstrak
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna dan dapat membentuk karboksihemoglobin (COHb) dalam darah, sehingga menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin. Pengendara ojek online memiliki risiko tinggi terpapar gas ini akibat paparan emisi kendaraan di jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar karboksihemoglobin (COHb) pada pengendara ojek online di Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa darah vena dari 19 pengendara ojek online yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis kadar COHb dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis Genesys 150 pada panjang gelombang 429 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 responden, 13 orang (68,42%) memiliki kadar COHb tinggi dan 6 orang (31,58%) memiliki kadar COHb normal berdasarkan nilai ambang batas <3,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengendara ojek online mengalami peningkatan kadar COHb akibat paparan karbon monoksida. Kesimpulannya, pekerjaan dengan paparan gas kendaraan secara terus-menerus berpotensi meningkatkan kadar COHb dalam darah, sehingga diperlukan upaya pencegahan seperti penggunaan masker dan pembatasan jam kerja untuk meminimalkan risiko kesehatan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.