EFEKTIVITAS FILTRAT DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI AGEN TROMBOLITIK IN-VITRO
Isi Artikel Utama
Abstrak
Trombosis merupakan kondisi medis serius yang ditandai oleh terbentuknya gumpalan darah (trombus) yang dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung dan stroke. Penggunaan agen trombolitik sintetik seperti streptokinase dan nattokinase telah banyak digunakan, namun berisiko menimbulkan efek samping seperti perdarahan hebat dan reaksi alergi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif agen trombolitik berbasis bahan alami yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrat daun kelor (Moringa oleifera) sebagai agen trombolitik secara in-vitro. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan enam kelompok perlakuan, yaitu empat kelompok variasi filtrat daun kelor (1:1, 1:2, 1:3, 1:4), serta kontrol positif (nattokinase) dan kontrol negatif (aquadest). Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif, sedangkan uji clot lysis digunakan untuk mengukur persentase lisis bekuan darah. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa filtrat daun kelor mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Hasil uji clot lysis menunjukkan bahwa filtrat dengan perbandingan 1:1 memiliki rata-rata lisis bekuan darah tertinggi sebesar 78,65%. Filtrat daun kelor menunjukkan potensi sebagai agen trombolitik in-vitro yang menjanjikan dan layak dikembangkan lebih lanjut.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.