EFEKTIVITAS METODE SEDIMENTASI DAN FLOTASI PADA IDENTIFIKASI TELUR CACING DARI KEONG SAWAH (Pila ampullaces) PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BEKASI

Isi Artikel Utama

Anita Oktari
Cenia Putri Hanifah
Siti Nur Inayah
Rani Handriani
Isti Sofia Insani
Linta Rahayu Rahmawati

Abstrak

Penyakit kecacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Keong sawah adalah hewan perantara yang menyebabkan penyakit cacingan pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan telur cacing pada rebusan keong sawah (Pila ampullacea) pedagang kaki lima di Kota Bekasi yang dilakukan dengan metode sedimentasi dan metode flotasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan sampel penelitian 16 Keong sawah yang didapat dari pedagang kaki lima di Bekasi. Pengolahan data melalui coding dan tabulating.  Hasil analisa  dari 16 rebusan Keong sawah yang diperiksa (dengan menggunakan 3 verifikator), maka didapatkan 3 sampel positif (18,75%) ditemukan telur cacing spesies Trichuris trichiura , Ascaris lumbricoides, dan Clonorchis sinensis pada metode sedimentasi dan 1 positif (6,25%) telur cacing Ascaris lumbricoides pada metode flotasi. Secara keseluruhan dari total 32 pemeriksaan, 4 sampel (25%) positif dan 28 sampel (75%) negatif. Secara statistik kedua metode tidak berbeda signifikan sensitifitasnya karena nilai Asymp,sig 0,526 > 0,05. Bagi tenaga Analis Kesehatan diharapkan lebih aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama pedagang keong sawah (Pilla ampulacea) tentang jenis olahan makanan yang memicu adanya masalah kecacingan yaitu dengan menyarankan untuk memperhatikan cara pencucian dan pengolahan dengan benar.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel