EFEKTIVITAS FIKSASI PADA SUHU 4°C DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEWARNAAN HE DAN INTEGRITAS DNA PADA SEDIAAN FFPE

Isi Artikel Utama

Vandana Yesha
Burhannudin
Puji Lestari

Abstrak

Variasi suhu fiksasi terbukti dapat memengaruhi kualitas pewarnaan HE dan integritas DNA, sebagai akibat dari adanya perubahan laju fiksasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pewarnaan HE dan integritas DNA dari sampel FFPE yang difiksasi menggunakan suhu 4°C, 25°C, dan 37°C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel berupa blok parafin dari jaringan hati tikus putih Rattus norvegicus. Penilaian kualitas pewarnaan HE dilakukan dengan sistem scoring terhadap kualitas pewarnaan inti sel, kualitas pewarnaan sitoplasma, dan persentase keseragaman warna jaringan oleh ahli patologi anatomi. Penilaian integritas DNA dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer dan kualitatif menggunakan elektroforesis gel agarose. Selanjutnya, dilakukan PCR dengan target gen albumin berukuran 565 dan 266 bp untuk menguji integritas DNA sebagai template PCR. Hasil Uji Mann-Whitney menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan inti sel (p<0,05) antara suhu 4°C dan 25°C terhadap suhu 37°C, namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan sitoplasma dan keseragaman warna jaringan. Namun, secara kualitatif suhu 4°C memberikan hasil terbaik terhadap kualitas pewarnaan HE (baik pada inti sel maupun sitoplasma). Pada uji integritas DNA, suhu 4°C memberikan gambaran hasil PCR terbaik. Kesimpulannya, fiksasi pada suhu 4°C memberikan hasil terbaik pada kualitas pewarnaan HE dan integritas DNA.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel