PERBANDINGAN PENYEMBUHAN LUKA PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MANGROVE (Bruguiera gymnorrhiza) DAN GEL BIOPLACENTON SECARA IN-VIVO
Isi Artikel Utama
Abstrak
Luka merupakan kehilangan kesinambungan struktur anatomi jaringan tubuh, yang dapat disebabkan oleh proses patologis dari dalam atau luar tubuh. Proses penyembuhan luka melibatkan empat tahap, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Bruguiera gymnorrhiza adalah jenis tanaman bakau yang kaya akan senyawa bioaktif. Ekstrak daun dari bakau Bruguiera gymnorrhiza mengandung senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai agen antibakteri, antiinflamasi, analgetik, dan agen proliferasi, sehingga dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 ekor tikus terbagi menjadi 3 kelompok intervensi. K-: aquades 0,2 cc topikal, K+: gel bioplacenton 0,2 cc topikal, P1: ekstrak daun Bruguiera gymnorrhiza 80% 0,2 cc topikal dengan observasi selama 14 hari. Hasil penelitian didapatkan topikal ekstrak daun Bruguiera gymnorrhiza 80% mempengaruhi makroskopis penyembuhan luka berupa penurunan ukuran panjang luka menjadi sebesar 0,27 cm pada hari ke-14 pada uji Kruskal-wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan makroskopis penyembuhan luka (p < 0,05) antara K-, K+, dan P1. Topikal ekstrak daun Bruguiera gymnorrhiza 80% mempengaruhi makroskopis penyembuhan luka berupa penurunan panjang luka sayat dan terdapat perbedaan signifikan pada makroskopis penyembuhan luka antara K-, K+, dan P1 pada dosis 0,2 cc / hari.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.