POTENSI EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata) SEBAGAI PENGOBATAN DIABETES MELITUS

Isi Artikel Utama

Herlinda Djohan
Imma Fatayati
Etiek Nurhayati
Betty Nurhayati
Slamet Wardoyo

Abstrak

Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan bahan pangan yang kaya nutrien dan senyawa bioaktif sehingga berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional antidiabetes. Peningkatan prevalensi diabetes melitus di Indonesia mendorong perlunya pengembangan alternatif bahan alami untuk membantu pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek antidiabetes ekstrak kecambah kacang hijau pada berbagai konsentrasi terhadap penurunan kadar glukosa darah. Sampel berupa kecambah kacang hijau segar diekstraksi melalui proses pemerasan dan dilarutkan dalam aquadest hingga volume 100 mL, kemudian diuji pada konsentrasi 40 ppm, 50 ppm, dan 60 ppm. Uji aktivitas penurunan kadar glukosa dilakukan menggunakan metode Nelson–Somogyi yang memiliki spesifisitas dan sensitivitas tinggi dalam menganalisis gula pereduksi. Konsentrasi 40 ppm didapatkan nilai absorbansi yaitu 16.110, 50 ppm didapatkan nilai absorbansi 15.630, sampel 60 ppm didapatkan nilai absorbansi 7.840. Hasil skrining fitokimia menunjukkan kecambah kacang hijau positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, glikosida, dan tanin. Hasil pengujian menunjukkan penurunan nilai absorbansi yang signifikan pada konsentrasi 60 ppm dibandingkan 40 ppm dan 50 ppm dengan koefisien korelasi R = 0,9997 yang menunjukkan hubungan sangat kuat antara konsentrasi ekstrak dan penurunan kadar glukosa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kecambah kacang hijau berpotensi sebagai agen alami pendukung pengendalian kadar glukosa darah melalui kandungan bioaktifnya yang dapat menghambat hidrolisis karbohidrat dan meningkatkan pemanfaatan glukosa oleh sel tubuh.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>