DETEKSI Strongyloides sp. PADA TANAH PERTANIAN DI DESA PEMATANG HAMBAWANG, KABUPATEN BANJAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Strongyloides stercoralis merupakan cacing tanah yang sering terabaikan dan dapat menyebabkan infeksi kronis melalui siklus autoinfeksi, terutama di daerah pedesaan dengan sanitasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan distribusi larva Strongyloides sp. pada tanah sawah di Desa Pematang Hambawang (PH), Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Sebanyak 44 sampel tanah diambil menggunakan teknik stratified random sampling dari empat lokasi yang berbeda dan diperiksa menggunakan metode Baermann funnel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kontaminasi tanah yang bervariasi, dengan prevalensi tertinggi pada PH 3 (72%) dan PH 4 (66%), sedangkan yang terendah terdapat pada PH 2 (27%). Variasi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kelembapan tanah dan aktivitas pertanian. Temuan ini menunjukkan bahwa tanah sawah di daerah penelitian terkontaminasi larva Strongyloides sp, sehingga berpotensi menjadi sumber penularan bagi petani yang bekerja tanpa alas kaki dan sering kontak langsung dengan tanah. Metode Baermann terbukti efektif untuk mendeteksi larva hidup dan dapat digunakan sebagai alat surveilans lingkungan. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan sanitasi, promosi perilaku protektif, dan penelitian lanjutan yang menggabungkan pemeriksaan tanah dan tinja manusia untuk memahami pola penularan secara lebih komprehensif.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.