DETEKSI Plasmodium falciparum DAN Plasmodium vivax PADA PENDERITA PASCA INFEKSI MALARIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTIPLEX POLYMERASE CHAIN REACTION

Isi Artikel Utama

Muhammad Arul Ramadhani
Nabila Putir Salsabila
Ka’bah Ka’bah

Abstrak

Malaria adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium Sp, termasuk Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi. Nyamuk Anopheles betina menyebarkan malaria dengan gigitannya. Malaria masih menjadi masalah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah masih endemis malaria dengan dominasi dua spesies Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeteksi Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax pada penderita pasca infeksi malaria. Penelitian ini menggunakan metode Multiplex Polymerase Chain Reaction yang dimana metode ini terbukti lebih sensitif dibanding metode konvensional. Adapun penelitian ini dilakukan di Laboratorium HUMRC Universitas Hasanuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sampel yang digunakan, dua diantaranya menunjukkan Plasmodium vivax dengan target band 121 bp; Namun, DNA berukuran 205 bp yang menunjukkan Plasmodium falciparum tidak ditemukan, sehingga seluruh sampel dinyatakan negatif untuk jenis ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Plasmodium vivax yang ditemukan pada sampel pasien yang telah pulih dari infeksi malaria di Kabupaten Mimika, sementara Plasmodium falciparum tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi molekuler untuk menyatukan infeksi malaria dan membantu dalam pengendalian penyakit di wilayah dimana penyakit tersebut sangat umum . 

Rincian Artikel

Bagian
Artikel