ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN KERJA PADA PENDERITA PENYAKIT LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH KECAMATAN PAJANGAN BANTUL
Isi Artikel Utama
Abstrak
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Penyakit ini sering terjadi di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan kerja pada penderita leptospirosis di wilayah Kecamatan Pajangan, Bantul. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan data sekunder dari Puskesmas Pajangan periode tahun 2020–2025. Analisis dilakukan berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan, dan kondisi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 responden, sebanyak 30 orang (76,9%) adalah laki-laki, dengan pekerjaan terbanyak sebagai petani yaitu 27 orang (69,2%). Kelompok umur yang paling banyak terinfeksi adalah 51–55 tahun sebanyak 7 orang (17,9%). Berdasarkan kondisi klinis, sebanyak 36 pasien (92,3%) dinyatakan sembuh, sedangkan 3 pasien (7,7%) meninggal dunia. Faktor lingkungan kerja seperti seringnya kontak dengan air sawah yang terkontaminasi urin tikus serta rendahnya penggunaan alat pelindung diri meningkatkan risiko penularan. Kesimpulannya, leptospirosis lebih banyak menyerang laki-laki usia produktif yang bekerja di sektor pertanian, dan tingkat kesembuhan tinggi apabila mendapatkan diagnosis serta penanganan yang cepat dan tepat.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.