ANALISIS KORELASI KADAR ASAM URAT DENGAN RHEUMATOID FACTOR DAN C-REACTIVE PROTEIN KUALITATIF SEBAGAI BIOMARKER INFLAMASI PADA PASIEN HIPERURISEMIA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hiperurisemia tidak hanya berkaitan dengan gangguan metabolik, tetapi juga berpotensi memicu respon inflamasi yang dapat meningkatkan risiko artritis dan penyakit sistemik lainnya. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara kadar asam urat dengan Rheumatoid Factor (RF) dan C-Reactive Protein (CRP) kualitatif sebagai biomarker inflamasi pada pasien hiperurisemia. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 83 pasien hiperurisemia di RSUD Bahteramas dan Laboratorium Hematologi Politeknik Bina Husada Kendari. Pemeriksaan meliputi kadar asam urat serum, RF, dan CRP kualitatif. Analisis korelasi menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (51,8%) dengan rerata usia 51,77 ± 14,18 tahun dan kadar asam urat 8,16 ± 1,47 mg/dL. Sebanyak 62,7% menunjukkan hasil RF reaktif dan 51,8% memiliki CRP positif. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara kadar asam urat dengan RF (r = 0,306; p = 0,005) serta dengan CRP kualitatif (r = 0,399; p = 0,000). Peningkatan kadar asam urat berhubungan dengan peningkatan biomarker inflamasi RF dan CRP, sehingga dapat berperan sebagai indikator awal aktivitas inflamasi pada pasien hiperurisemia.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.