PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN Mycobacterium tuberculosis RESISTEN RIFAMPISINDENGAN MENGGUNAKAN METODE TES CEPAT MOLEKULER (TCM) DAN PCRSEQUENCING
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara ketika penderita TB batuk, bersin, atau membuang air liur. Pengobatan TB memerlukan Obat Anti Toberkulosis (OAT) seperti Isoniazid, Rifampisin, Piranizamid, dan ethambutol. Ketidakpatuhan pasien dalam meminum OAT secara teratur dapat memicu terjadinya mutasi pada bakteri Mycobacterium tuberculosis, sehingga menyebabkan resisten terhadap satu atau lebih OAT, terutama rifampisin yang sangat penting karena kemampuannya membunuh bakteri secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis resisten rifampisin antara metode TCM dan PCR- Sekuensing. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional study dengan menggunakan sampel sputum sebanyak 16. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode TCM terdapat semua sampel yang terdeteksi resistensi terhadap rifampisin, sedangkan pada metode PCR- Sekuensing terdapat 5 sampel yang termutasi pada sekuencing yaitu perubahan C menjadi G dan C menjadi T. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai Sensitivitas hasil pemeriksaan pada metode TCM (100%) sedangkan pada metode PCR-Sekuensing (31,25%).
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.