PERBANDINGAN TITER STATUS SEKRETOR PADA SALIVA SEBELUM DAN SETELAH AKTIVITAS FISIK OLAHRAGA FUTSAL

Isi Artikel Utama

Anindya Dwi Novianti
Betty Nurhayati
Eem Hayati
Nina Marliana

Abstrak

Penentuan golongan darah tidak hanya bergantung pada spesimen darah. Pada individu gen “sekretor” antigen A,B dan H ditemukan dalam bentuk terlarut di jaringan dan cairan tubuh, seperti saliva. Saliva merupakan spesimen yang sangat sensitif, dipengaruhi oleh perubahan sistemik, fisiologis, dan biokimiawi dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan titer status sekretor pada saliva sebelum dan setelah aktivitas fisik olahraga futsal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain one-group pretest-posttest, dimana diperiksa titer status sekretor sebelum dan setelah aktivitas fisik olahraga futsal. Sampel dari penelitian ini yaitu 30 individu bergolongan darah A atau B, gen sekretor dan melakukan aktivitas fisik olahraga futsal. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 28 sampel (93,3%) menunjukkan adanya peningkatan titer status sekretor setelah aktivitas fisik futsal dan 2 sampel (6,7%) tidak menunjukkan adanya peningkatan titer status sekretor. Rata-rata titer status sekretor pada saliva sebelum aktivitas fisik olahraga futsal adalah 1/4 dan setelah aktivitas fisik olahraga futsal adalah 1/16. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara titer status sekretor sebelum dan setelah aktivitas fisik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik olahraga futsal dapat meningkatkan titer status sekretor pada individu sekretor.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>