PENGARUH MEROKOK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDE DAN VITAMIN C SEBAGAI MARKER STRESS OKSIDATIF PADA PEROKOK AKTIF

Isi Artikel Utama

Muji Rahayu
Dhika Juliana Sukmana
Yanuar Amin
Ullya Rahmawati
Lia Soraya

Abstrak

Merokok merupakan kebiasaan tidak sehat yang berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko penyakit kronis dan kanker melalui pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS) yang memicu stres oksidatif dan kerusakan sel. Stres oksidatif ditandai oleh peningkatan kadar malondialdehid (MDA), produk peroksidasi lipid, serta penurunan kadar antioksidan seperti vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar MDA dan vitamin C pada perokok aktif dibandingkan dengan non-perokok.


Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan 78 responden yang dibagi menjadi dua kelompok (perokok aktif dan non-perokok). Kadar MDA dan vitamin C diukur menggunakan metode ELISA. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar MDA pada perokok lebih tinggi (205,81 ± 33,47 ng/mL) dibandingkan non-perokok (187,23 ± 26,59 ng/mL), meskipun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (p = 0,08). Sebaliknya, kadar vitamin C pada perokok secara signifikan lebih rendah (15,36 ± 1,43 µg/mL) dibandingkan non-perokok (17,54 ± 6,16 µg/mL) (p = 0,02).


Kesimpulannya, merokok berpengaruh terhadap status stres oksidatif tubuh, yang ditunjukkan oleh kecenderungan peningkatan kadar MDA dan penurunan signifikan kadar vitamin C pada perokok. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran antioksidan dalam melawan dampak radikal bebas akibat paparan asap rokok.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel