PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DARAH SITRAT DAN LAMA INKUBASI PEMERIKSAAN INDIRECT ANTIGLOBULIN TEST TERHADAP DERAJAT AGLUTINASI
Isi Artikel Utama
Abstrak
Indirect Antiglobulin Test (IAT) merupakan uji pra-transfusi untuk mendeteksi antibodi IgG/C3d pada serum atau plasma pasien, terutama untuk mengidentifikasi alloantibodi yang tidak terikat. Pada kasus pseudotrombositopenia (PTCP) akibat EDTA-dependent terjadi gangguan interpretasi hasil pemeriksaan IAT, sehingga penggunaan antikoagulan Na-sitrat 3,2% digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi darah sitrat dan lama inkubasi pemeriksaan IAT terhadap derajat aglutinasi. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan 10 sampel pasien PTCP yang telah menjalani transfusi berulang, dibuat variasi konsentrasi suspensi eritrosit darah sitrat 1%, 3%, dan 5%, serta variasi lama inkubasi 5, 10, dan 15 menit. Hasil menunjukkan variasi konsentrasi darah sitrat berpengaruh terhadap derajat aglutinasi, di mana konsentrasi 1% menghasilkan rata-rata 60% aglutinasi 1+, sedangkan konsentrasi 3% dan 5% masing-masing menghasilkan rata-rata 90% aglutinasi 2+. Lama inkubasi berpengaruh terhadap derajat aglutinasi, dengan inkubasi 5 menit menghasilkan 57% aglutinasi 2+, inkubasi 10 menit 80% aglutinasi 2+, dan inkubasi 15 menit 91% aglutinasi 2+. Uji Friedman dan Wilcoxon menunjukkan pengaruh signifikan variasi konsentrasi (p=0,000) dan lama inkubasi (p=0,000) terhadap derajat aglutinasi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan konsentrasi darah sitrat 3% atau 5% dengan waktu inkubasi minimal 10 menit untuk mendapatkan hasil optimal pada pemeriksaan IAT pada pasien PTCP.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.