ANALISI JUMLAH MONOSIT PADA SEDIAAN APUS DARAH PENDERITA MALARIA YANG DI CROSS – CHEK UPTD BALAI LABORATORIUM KESEHATAN SULAWESI TENGGARA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk mosquito-borne parasitic disease dan menjadi permasalahan global dengan kematian mencapai 1,5-2,7 juta orang per tahun. Pada infeksi malaria sering terjadi perubahan hematologi berupa anemia, trombositopenia, dan leukopenia hingga leukositosis. Parasit malaria berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh bawaan selama siklus hidupnya, dengan monosit dan makrofag memainkan peran utama dalam respon inflamasi spesifik jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah monosit yang terdapat pada apusan darah tipis penderita malaria yang telah di-cross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis ini penelitian deskriptif untuk menganalisa jumlah monosit pada apusan darah tipis sebanyak 20 sampel yang dicross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian dapat disimpulkan terjadinya monositosis pada sediaan apusan darah penderita malaria dengan perolehan jumlah total monosit adalah 273 sel. Jika dibandingkan dengan nilai normal monosit yaitu 2-8% dari 100% yang berarti 2-8 sel dari 100 hitung sel dan jika ditotal 20 dari jumlah sediaan apusan normal berada pada angka 40-160 sel. Maka jumlah yang diperoleh 1,7 kali lipat lebih banyak dari normalnya. Juga peningkatan lebih dari 5,65 %. Kesimpulan dari keseluruan slide apusan terjadi 100% monositosis pada penderita malaria. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melihat perbedaan jenis plasmodium terdapat jumlah leukosit.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.