TRANSFORMASI LAYANAN KESEHATAN HIV DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA MELALUI APLIKASI DIGITAL STUDI KASUS APLIKASI Halo ODHA! - Asryadin, S.ST.,M.Si

Isi Artikel Utama

Asryadin Adhin

Abstrak

Temuan kasus HIV dan PIMS di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Pemanfaatan platform digital untuk konsultasi kesehatan memungkinkan seseorang untuk melakukan konsultasi dan memperoleh informasi kesehatan  secara pribadi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses pada pelayanan penyakit sedini mungkin, dan mendukung program pengendalian penyakit secara nasional maupun global. Penelitian menggunakan metode Research and Development. Prosedur penelitian : (1) Pengumpulan data sekunder; (2) Pembuatan aplikasi Halo ODHA!, (3) uji coba aplikasi pada pengguna. Pada 50 responden yang diujicobakan, 10 responden ODHIV melakukan konsultasi, dan 6 respondenmelakukan permintaan pemeriksaan laboratorium, sedangkan pada 10 responden tenaga kesehatan, menggunakan aplikasi untuk konsultasi tatalaksana pelayanan pemeriksaan HIV dan PIMS. Pada 30 responden kelompok beresiko tinggi , 7 responden LSL melakukan konsultasi dan 6 responden melakukan permintaan pemeriksaan laboratorium, 3 responden WPS melakukan konsultasi tanpa melakukan permintaan pemeriksaan laboratorium, 1 responden penderita Tb melakukan konsultasi dan permintaan pemeriksaan laboratorium, sementara 2 responden catin juga melakukan konsultasi dan permintaan pemeriksaan laboratorium. 2 orang bumil hanya menggunakan aplikasi untuk konsultasi sedangkan 15 responden pengguna PS melakukan konsultasi dan 12 responden juga melakukan permintaan pemeriksaan laboratorium. Penggunaan aplikasi Halo ODHA! Menjadi salah satu platform ini yang dapat menjadi alternatif pengembangan program pengendalian HIV yang layak dan diadopsi dalam pelayanan kesehatan nasional.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel